Sambil menunggu jam penerbangan dia terus berdoa dalam hati kecilnya ia berkata''ya tuhanku selamatkan aku dalam perjalanan ini agar aku bisa berjumpa dan berkumpul kembali dengan keluargaku yang sudah aku tinggalkan selama 3 tahun."Akhirnya pesawat terbang Lion Air yang dia tunggu sudah mulai siap berlepas landas tuk meninggalkan negeri perantauan yang selama 3 tahun dia bekerja menjadi kuli bangunan.Susah senang canda tawa serta pahit manisnya kehidupan di negeri jiran akan berakhir sampai disini.Hanya dalam hitungan waktu lebih kurang 1 jam 30 menit saja pesawat terbang Lion Air yang di naiki oleh pak Agus akhirnya mendarat dengan selamat di lapangan terbang Internasional Soekarno Hatta Jakarta.Dengan langkah yang tenang dan pasti pak Agus menuruni anak tangga pesawat menuju terminal 3 untuk cek out.
Langkah tenang pak Agus terhenti ditempat pemeriksaan passport Imigration Indonesia,alangkah terkejutnya saat dia menghadapi petugas bandara yang menanyakan berbagai persoalan berdalih keselamatan dan keamanan yang ujungnya ingin meminta uang.Bagai sang ikan yang tercungap-cungap dipermukaan air pak Agus tidak mampu berkata apa-apa dia heran,bingung,dan gerogi menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang sungguh tidak dia mengerti,lalu terkenang di ingatannya saat masih dalam pesawat ada seorang TKI lelaki berpakaian rapi yang duduk disebelah kursinya ketika itu pak Agus tanpa sengaja melihat lelaki tersebut menyelipkan sejumlah uang kertas berwarna merah di passportnya.Pak Agus heran untuk apa orang itu menyimpan uang disebalik passport,apa maksudnya bertanya-tanya dalam hati,karena penasaran akhirnya pak Agus menanyakan langsung pada lelaki itu..."maaf mas bukan maksud saya lancang tapi saya hanya ingin tahu kenapa sampean kok nyelipin duit itu dalam passport,kan sayang mas......?"lalu lelaki itu menjawab "biar proses check out kita berjalan cepat pak...",terus pak Agus bertanya lagi..."kenapa harus begitu mas...?",sambil memasukan passportnya kedalam bag kecil lelaki itu menjawab lagi..."check out di bandara Soekarno Hatta itu mesti pakai duit pak,kalau passport kita hanya berisi tulisan saja tanpa kertas bernilai mereka akan menghambat jalan kita..",pak Agus mengerti apa yang dimaksudkan oleh lelaki tersebut tapi dia tidak mungkin melakukan hal itu karena uang yang dia bawa dalam sakunya hanya cukup untuk makan dan bayar kendaraan saja.
Kemacetan para TKI yang ingin check out sudah terlalu panjang akhirnya pak Agus digiring keluar dari barisan oleh petugas bandara.Dengan wajah yang sangar dan geram petugas itu terus memaksa agar pak Agus cepat-cepat menyelesaikan urusannya.Akhirnya uang yang untuk makan dan bayar kendaraan terpaksa dia berikan pada petugas tadi yang sudah semakin merah mukanya.Dengan berat kaki dia melangkah dengan tertunduk kepala dia berfikir bagaimana dia bisa sampai kekempung halamannya tanpa didampingi duit didalam sakunya,malang tak dapat ditolak mujur tak dapat diraih akhirya pak Agus hanya bisa menitiskan air mata sambil berharap ada orang sudi menolongnya,dalam hati dia berkata "kenapa negara sendiri lebih kejam dari negara jiran,inikah negaraku,inikah bandaraku,kenapa tradisi buruk ini masih berlaku......???".
Sambil menggeret bag koper pak Agus berjalan melintasi pintu bandara dan entah akan kemana lagi dia melangkah.dengan muka pucat berkeringat dia mencoba untuk meminta bantuan pada seorang lelaki separuh baya yang sedang berdiri didekat mobil Jeep berwarna coklat sambil meneteskan air"pak saya entah mau tolong sama siapa saya tidak mempunyai teman atau kenalan disini,saya ingin pulang bertemu keluarga saya dirumah uang saya sudah habis tuk proses check out kalau bapak tidak keberatan boleh saya menumpang di mobil bapak...?"lalu bapak tadipun menjawab "memang kampungnya bapak dimana jauh nggak...?''pak Agus dengan pelan menjawab.."kampung saya di Indramayu pak...",lalu bapak tadi dengan tersenyum dan menepuk pelan punggung pak Agus sambil berkata..."kebetulan pak saya mau ke daerah Cirebon,silahkan pak masukan bag bapak kedalam mobil saya,kampung bapak searah dengan tujuan saya insyallah bapak akan saya hantar dengan selamat ke kampung bapak...silahkan masuk pak mari-mari..".Sambil mengangkat kedua tangan keatas pak Agus mengucap rasa syukur kepada sang illahi karena masih ada tetesan embun ditengah rawa yang keruh.
Itu hanyalah penggalan cerita dari kisah-kisah para TKI kita yang teraniaya di lapangan terbang negeri sendiri bandara tercinta kita yah Bandara Soekarno Hatta,akankah kisah-kisah ini akan terus muncul tuk mewarnai kertas putih para TKI.........???%%%%
Langkah tenang pak Agus terhenti ditempat pemeriksaan passport Imigration Indonesia,alangkah terkejutnya saat dia menghadapi petugas bandara yang menanyakan berbagai persoalan berdalih keselamatan dan keamanan yang ujungnya ingin meminta uang.Bagai sang ikan yang tercungap-cungap dipermukaan air pak Agus tidak mampu berkata apa-apa dia heran,bingung,dan gerogi menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang sungguh tidak dia mengerti,lalu terkenang di ingatannya saat masih dalam pesawat ada seorang TKI lelaki berpakaian rapi yang duduk disebelah kursinya ketika itu pak Agus tanpa sengaja melihat lelaki tersebut menyelipkan sejumlah uang kertas berwarna merah di passportnya.Pak Agus heran untuk apa orang itu menyimpan uang disebalik passport,apa maksudnya bertanya-tanya dalam hati,karena penasaran akhirnya pak Agus menanyakan langsung pada lelaki itu..."maaf mas bukan maksud saya lancang tapi saya hanya ingin tahu kenapa sampean kok nyelipin duit itu dalam passport,kan sayang mas......?"lalu lelaki itu menjawab "biar proses check out kita berjalan cepat pak...",terus pak Agus bertanya lagi..."kenapa harus begitu mas...?",sambil memasukan passportnya kedalam bag kecil lelaki itu menjawab lagi..."check out di bandara Soekarno Hatta itu mesti pakai duit pak,kalau passport kita hanya berisi tulisan saja tanpa kertas bernilai mereka akan menghambat jalan kita..",pak Agus mengerti apa yang dimaksudkan oleh lelaki tersebut tapi dia tidak mungkin melakukan hal itu karena uang yang dia bawa dalam sakunya hanya cukup untuk makan dan bayar kendaraan saja.
Kemacetan para TKI yang ingin check out sudah terlalu panjang akhirnya pak Agus digiring keluar dari barisan oleh petugas bandara.Dengan wajah yang sangar dan geram petugas itu terus memaksa agar pak Agus cepat-cepat menyelesaikan urusannya.Akhirnya uang yang untuk makan dan bayar kendaraan terpaksa dia berikan pada petugas tadi yang sudah semakin merah mukanya.Dengan berat kaki dia melangkah dengan tertunduk kepala dia berfikir bagaimana dia bisa sampai kekempung halamannya tanpa didampingi duit didalam sakunya,malang tak dapat ditolak mujur tak dapat diraih akhirya pak Agus hanya bisa menitiskan air mata sambil berharap ada orang sudi menolongnya,dalam hati dia berkata "kenapa negara sendiri lebih kejam dari negara jiran,inikah negaraku,inikah bandaraku,kenapa tradisi buruk ini masih berlaku......???".
Sambil menggeret bag koper pak Agus berjalan melintasi pintu bandara dan entah akan kemana lagi dia melangkah.dengan muka pucat berkeringat dia mencoba untuk meminta bantuan pada seorang lelaki separuh baya yang sedang berdiri didekat mobil Jeep berwarna coklat sambil meneteskan air"pak saya entah mau tolong sama siapa saya tidak mempunyai teman atau kenalan disini,saya ingin pulang bertemu keluarga saya dirumah uang saya sudah habis tuk proses check out kalau bapak tidak keberatan boleh saya menumpang di mobil bapak...?"lalu bapak tadipun menjawab "memang kampungnya bapak dimana jauh nggak...?''pak Agus dengan pelan menjawab.."kampung saya di Indramayu pak...",lalu bapak tadi dengan tersenyum dan menepuk pelan punggung pak Agus sambil berkata..."kebetulan pak saya mau ke daerah Cirebon,silahkan pak masukan bag bapak kedalam mobil saya,kampung bapak searah dengan tujuan saya insyallah bapak akan saya hantar dengan selamat ke kampung bapak...silahkan masuk pak mari-mari..".Sambil mengangkat kedua tangan keatas pak Agus mengucap rasa syukur kepada sang illahi karena masih ada tetesan embun ditengah rawa yang keruh.
Itu hanyalah penggalan cerita dari kisah-kisah para TKI kita yang teraniaya di lapangan terbang negeri sendiri bandara tercinta kita yah Bandara Soekarno Hatta,akankah kisah-kisah ini akan terus muncul tuk mewarnai kertas putih para TKI.........???%%%%








Tidak ada komentar:
Posting Komentar