ASSALAMU'ALAIKUM WR.WB.

Sabtu, 31 Desember 2011

OSENG-OSENG MERCON

Walaaaah,namanya memang sensasional oseng-oseng merc0n...Merc0n sinonim dengan petasan identik dengan ledakan dan sudah tentu panas.Nah mungkin oseng-oseng Merc0n ini hot banget,super pedas hingga kalau dimakan lidah seperti terbakar dan bikin Gebres-gebres makanya dinamakan oseng-oseng Merc0n.Dahulu yang jual oseng-oseng Mercon di Jogja itu hanya di bibir jalan Purw0diningrAtan.Sekarang sih rasanya sudah banyak yang jual.Mau bikin sendiri.........?????
BAHAN:
-500 gram tetelan daging lembu
-2 lembar daun salam
-3 sendok makan minyak goreng
BUMBU:
-250 gram cabe rawit merah
-7 siung bawang merah
-4 siung bawang putih
-garam secukupnya
-bumbu penyedap bila suka
CARA MEMBUAT:
-Rebus tetelan daging sapi hingga empuk,sisir kecil-kecil dan sisihkan
-Siapkan bumbu didalam wajan,beri 1/2 gelas air biarkan hingga air menyusut
-Tumis bumbu yang telah halus,tambahkan daun salam aduk,masukan tetelan daging lembu aduk lagi hingga bumbu meresap
-Sajikan selagi hangat
TPS & TRIK:
-Tetelan daging lembu bisa diganti kikil atau kulit lembu
-Siapkan teh panas untuk menggelontor lidah
Dijamin sedap hehehe....penasaran silahkan coba.......
Menu ini pas untuk tahun baru'an.....

Minggu, 25 Desember 2011

KERTAS DISEBALIK PASSPORT

Pagi itu sang mentari seakan enggan menampakan diri,kicau burung yang biasa terdengar seolah-olah lelah tuk bersuara,daun-daun kering berguguran dan pemandangan yang masih tertutup kabut berselimut mendung tidak membuat pak Agus membekukan niatnya tuk melangkah keluar dari hostelnya menuju kelapangan terbang Internasional Kuala Lumpur(KLCCI).Dengan perasaan bercampur aduk antara bahagia,sedih,dan rindu membaur didalam hatinya hingga tanpa disadari menjatuhkan butiran bening dari bola matanya.Terbayang dibenak dan ingatannya wajah-wajah yang setiap malam dia impikan, yah dialah sang anak dan istri tercinta.
Sambil menunggu jam penerbangan dia terus berdoa dalam hati kecilnya ia berkata''ya tuhanku selamatkan aku dalam perjalanan ini agar aku bisa berjumpa dan berkumpul kembali dengan keluargaku yang sudah aku tinggalkan selama 3 tahun."Akhirnya pesawat terbang Lion Air yang dia tunggu sudah mulai siap berlepas landas tuk meninggalkan negeri perantauan yang selama 3 tahun dia bekerja menjadi kuli bangunan.Susah senang canda tawa serta pahit manisnya kehidupan di negeri jiran akan berakhir sampai disini.Hanya dalam hitungan waktu lebih kurang 1 jam 30 menit saja pesawat terbang Lion Air yang di naiki oleh pak Agus akhirnya mendarat dengan selamat di lapangan terbang Internasional Soekarno Hatta Jakarta.Dengan langkah yang tenang dan pasti pak Agus menuruni anak tangga pesawat menuju terminal 3 untuk cek out.
Langkah tenang pak Agus terhenti ditempat pemeriksaan passport Imigration Indonesia,alangkah terkejutnya saat dia menghadapi petugas bandara yang menanyakan berbagai persoalan berdalih keselamatan dan keamanan yang ujungnya ingin meminta uang.Bagai sang ikan yang tercungap-cungap dipermukaan air pak Agus tidak mampu berkata apa-apa dia heran,bingung,dan gerogi menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang sungguh tidak dia mengerti,lalu terkenang di ingatannya saat masih dalam pesawat ada seorang TKI lelaki berpakaian rapi yang duduk disebelah kursinya ketika itu pak Agus tanpa sengaja melihat lelaki tersebut menyelipkan sejumlah uang kertas berwarna merah di passportnya.Pak Agus heran untuk apa orang itu menyimpan uang disebalik passport,apa maksudnya bertanya-tanya dalam hati,karena penasaran akhirnya pak Agus menanyakan langsung pada lelaki itu..."maaf mas bukan maksud saya lancang tapi saya hanya ingin tahu kenapa sampean kok nyelipin duit itu dalam passport,kan sayang mas......?"lalu lelaki itu menjawab "biar proses check out kita berjalan cepat pak...",terus pak Agus bertanya lagi..."kenapa harus begitu mas...?",sambil memasukan passportnya kedalam bag kecil lelaki itu menjawab lagi..."check out di bandara Soekarno Hatta itu mesti pakai duit pak,kalau passport kita hanya berisi tulisan saja tanpa kertas bernilai mereka akan menghambat jalan kita..",pak Agus mengerti apa yang dimaksudkan oleh lelaki tersebut tapi dia tidak mungkin melakukan hal itu karena uang yang dia bawa dalam sakunya hanya cukup untuk makan dan bayar kendaraan saja.
Kemacetan para TKI yang ingin check out sudah terlalu panjang akhirnya pak Agus digiring keluar dari barisan oleh petugas bandara.Dengan wajah yang sangar dan geram petugas itu terus memaksa agar pak Agus cepat-cepat menyelesaikan urusannya.Akhirnya uang yang untuk makan dan bayar kendaraan terpaksa dia berikan pada petugas tadi yang sudah semakin merah mukanya.Dengan berat kaki dia melangkah dengan tertunduk kepala dia berfikir bagaimana dia bisa sampai kekempung halamannya tanpa didampingi duit didalam sakunya,malang tak dapat ditolak mujur tak dapat diraih akhirya pak Agus hanya bisa menitiskan air mata sambil berharap ada orang sudi menolongnya,dalam hati dia berkata "kenapa negara sendiri lebih kejam dari negara jiran,inikah negaraku,inikah bandaraku,kenapa tradisi buruk ini masih berlaku......???".
Sambil menggeret bag koper pak Agus berjalan melintasi pintu bandara dan entah akan kemana lagi dia melangkah.dengan muka pucat berkeringat dia mencoba untuk meminta bantuan pada seorang lelaki separuh baya yang sedang berdiri didekat mobil Jeep berwarna coklat sambil meneteskan air"pak saya entah mau tolong sama siapa saya tidak mempunyai teman atau kenalan disini,saya ingin pulang bertemu keluarga saya dirumah uang saya sudah habis tuk proses check out kalau bapak tidak keberatan boleh saya menumpang di mobil bapak...?"lalu bapak tadipun menjawab "memang kampungnya bapak dimana jauh nggak...?''pak Agus dengan pelan menjawab.."kampung saya di Indramayu pak...",lalu bapak tadi dengan tersenyum dan menepuk pelan punggung pak Agus sambil berkata..."kebetulan pak saya mau ke daerah Cirebon,silahkan pak masukan bag bapak kedalam mobil saya,kampung bapak searah dengan tujuan saya insyallah bapak akan saya hantar dengan selamat ke kampung bapak...silahkan masuk pak mari-mari..".Sambil mengangkat kedua tangan keatas pak Agus mengucap rasa syukur kepada sang illahi karena masih ada tetesan embun ditengah rawa yang keruh.



Itu hanyalah penggalan cerita dari kisah-kisah para TKI kita yang teraniaya di lapangan terbang negeri sendiri bandara tercinta kita yah Bandara Soekarno Hatta,akankah kisah-kisah ini akan terus muncul tuk mewarnai kertas putih para TKI.........???%%%% 

Rabu, 21 Desember 2011

SEMUT DAN MANUSIA

Ada se'ekor semut sedang berbual dengan sahabatnya;,,,
Semut itu bertanya pada sahabatnya"bro manusia kok kalau mau bersalaman harus nunggu satu tahun sekali lama banget....?",,,,,,
Sahabatnya menjawab"iya karena mereka sibuk terus.....",,,,
Lalu dia bertanya lagi,,,,"pada sibuk ngapain sih?,,,,,,,... kan sering ketemu muka kalau dijalan seperti nggak kenal saja....!"....
kemudian sahabatnya menjawab,,,"mereka bukan kita,,,,kita bukan mereka,,,,mereka tidak memiliki sifat seperti kita,,,,dan kita tidak mau memiliki sifat angkuh seperti mereka...."....
Kemudian semut tadi berkata.,.,.,"makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna kok masih kalah yah sama kita....,,,,kita tiap ketemu siapa saja di jalan mesti bersalaman nggak nunggu lebaran....,,,,hehehehe".....

Matahari dan Bulan

Pada suatu hari ada seorang anak kecil bertanya kepada bapaknya,....anaknya bertanya"Pak kenapa kok bulan nongolnya hanya pada waktu malam saja.....?bapaknya menjawab...."karena bulan mukanya hancur jadi malu keluar siang..."terus anaknya bertanya lagi...."kalau matahari mukanya gimana pak...?"bapaknya menjawab..."dia ganteng bercahaya sekali muncul bikin kering semua jemuran....",kemudian anaknya bertanya lagi...."kok matahari sama rembulan tak mau keluar bareng......?"lalu bapaknya menjawab...."kalau matahari warnanya merah sedangkan rembulan berwarna putih kalau mereka sampai keluar bareng  nanti cahaya dibumi merah putih bisa iri tuh negara lain sama Indonesia....."sang anak..."hahahahaha......".Bersambung...

Asal Usul Kalimenir

Pada suatu dulu ada sebuah dusun yang tidak mempunyai aliran air sehingga para petani kesusahan untuk mengairi sawah mereka.Pada setiap musim tanam mereka mesti menyewah mesin penyedot air yang harganya lumayan mahal demi berlangsungnya musim tanam padi.Hingga pada suatu hari terjadi badai angin dan hujan yang tidak kunjung redah selama satu minggu yang akhirnya hampir menenggelamkan dusun tersebut.
Dengan kebijaksanaan ketua dusun akhirnya setelah air sudah mulai surut dan kering para warga disuruh bekerja sama membuat aliran air atau kali(sungai).Dengan semangat kerjasama para penduduk dusun tersebut akhirnya jadilah sebuah kali/sungai,ketua dusun memberi upah beras Menir kepada warganya yang telah bergotong royong membuat Kali/sungai.Hingga akhirnya dusun itu telah disepakati dengan nama Dusun Kalimenir.






Dusun Kalimenir kini telah berkembang pesat dengan berdiri berbagai bidang usaha rakyat dari sektor perikanan,pertanian,pabrik pupuk,distribusi ikan asin dan pembuatan garam.Itulah dusunku semoga terus berkembang maju.  

MEMORY HIDUPKU

Malang tak dapat ditolak mujur tak dapat diraih karena keadaan ekonomi keluargaku yang pas pasan akhirnya pendidikanku hanya berakhir dibangku SMP,semua cita-citaku terkandas dijalan.Karena keadaan ekonomi keluargaku yang minim akhirnya aku memutuskan tuk membantu mereka dengan memasuki dunia luar dalam membantu mencari nafkah demi kebutuhan hidup adik-adikku.Berat rasanya menyesuaikan dari kehidupan sekolah beralih kekehidupan awam yang penuh dengan tantangan,godaan dan liku-liku yang bisa menjebak kita kedalam jurang kehancuran.

Kucoba memasuki dunia nelayan dari mulai nelayan tradisonal hingga nelayan besar,aku bekerja selama 5 tahun banyak pengalaman pertama yang dapat aku ambil,setelah bosan aku beralih kepekerjaan lain dengan menjadi seorang supir truk dengan destinasi Indramayu Jakarta membawa muatan es,garam,ikan dan lainnya.Disini aku mengenal kehidupan kota Jakarta kota metropolitan,sempat aku tergiur oleh bujukan teman dengan menenggak minuman keras di diskotik-diskotik malam hingga aku terlupa akan keluargaku yang tengah membutuhkan uang tuk menyara kehidupan.Tiada hasil yang aku dapatkan hanya penyesalan yang aku rasakan,dengan hidayah dari Allah akhirnya aku sadar ini hanya membuang-buang waktu dan akan menenggelamkan semua cita-citaku.Akhirnya aku beralih ke pekerjaan di sebuah bengkel mobil di kota Pekan Baru Riau tapi hanya satu bulan aku dapat bertahan hingga akhirnya aku pindah lagi kewilayah Ibu Kota dengan menjadi seorang pemulung sampah,pekerjaan ini telah membuka pintu hatiku bahwa ternyata banyak orang yang hidup lebih menderita dan miskin dibanding aku.dan akhirnya tumbuh lagi motivasiku tuk meneruskan cita-citaku yang terkandas meskipun tidak melalui bangku sekolah dengan sedikit modal yang aku miliki aku mencoba untuk bekerja menjadi TKI di luar negeri dengan harapan bisa menyekolahkan adik-adikku kejenjang yang lebih tinggi supaya bisa menjadi orang yang bermanfaat dan mampu mengangkat perekonomi keluarga.Ibarat pepatah mengatakan sambil menyelam minum air itu yang ingin aku jalani.Alhamdulillah pihak KBRI di Malaysia telah mengadakan program Les komputer,Les bahasa Inggris dan ditambah lagi program dari pihak Mandiri Remittance yang bekerja sama dengan Bank Mandiri akan mengadakan program kewirausahaan,apa yang aku harapkan dapat terjadi ini sangat bermanfaat buatku tuk mengejar cita-citaku yang sangat jauh tertinggal.Aku ingin sepulang dari Malaysia mampu merubah kehidupan keluargaku kearah yang lebih baik.Ini adalah kisah hidupku aku yakin Allah akan mengangkat derajat seseorang jika orang tersebut benar-benar ingin merubahnya.Mari teman tidak ada kata menyerah dalam kamus orang ingin menjulang kesuksesan terus berjuang hingga akhir waktu.